leaving-god

Friday, April 28, 2006

minggu di gereja santa

seminggu sesudah paskah, saya nyobain gereja itu lagi. kali ini pagi. ternyata cahaya matahari yang masuk dari skylight bikin makin keren aja. saya ngajak ponakan, dia bilang: gerejanya keren banget.
pasturnya masuk, ternyata van der schueren ex blok-b. dia becanda melulu. umat disapa, diminta berdiri, duduk, berdiri lagi : rupanya kita senam supaya bangun. satu orang dipanggil ke depan, dia ga ngerti disuruh ngapain, disuruh bicara ga tau mau bilang apa, akhirnya cuma dipijetin shouldernya sama si pastur.

kotbahnya membahas thomas yang tidak percaya jesus datang mampir menemui para rasul. pasturnya tanya ke umat apa ada yang namanya thomas, ga ada yang ngaku. dalam kotbah ternyata menurut pastur, thomas bagus dan penting, karena rasul lain hanya mengunci pintu dan tidak berbuat apapun selama seminggu itu. tidak ada gunanya kalo kita hanya tinggal di rumah, tidak melakukan apapun. belum tentu negatif memang, tapi yang jelas tidak positif. kita harus berbuat...
diakhir kotbah dia tanya lagi, ada yang namanya thomas atau tommy? ternyata ada tu, ha2...

kamis putih

kamis putih kemarin di gereja santa, pertama kali ke sana. ceritanya, ke gereja aja sudah ga niat, tepatnya: niatnya sdh kelewat. rencana semula bareng imelda, adik saya, yang sudah datang nunggu di kantor, tapi kerjaan ga kelar2 sampe imeldanya jalan duluan ga jadi ke gereja. waktu kerjaan selesai eh, di depan kantor macet banget. denger2, ada lampu merah yang mati di jalan pulang, mending jangan pulang sekarang. muncul lagi deh rencana ke gereja yang jam berikutnya. saya berdua mirya. dia mempertanyakan sahih tidaknya kita ke gereja karena niatnya sudah enggak. ah, pahlawan aja belum tentu niat awalnya begitu koq. jadi berangkat aja deh, harapannya kita mendapat pelajaran berguna mungkin. dia wishing kita bisa duduk di dalam, karena gerejanya ok buat disurvey secara arsitektural. think positive...
nyampe santa...kita sukses dapet parkir mudah dan...duduk di dalam. pw deh. rasanya gerejanya bagus banget, memang bagus lho.
ternyata pasturnya lucu, dia cerita dulu pengalaman dia mengabdi bareng romo sandyawan. membantu ibu korban gusuran yang musti melahirkan. akhirnya melahirkan di mobil. nyampe carolus dia dikira ayahnya oleh suster ugd.

kamis putih selalu ada acara pencucian kaki oleh pastur, mengulang peristiwa perjamuan malam terakhir jesus mencuci kaki para rasul. biasanya yang dicuci tokoh2 penting di gereja untuk menghormati mereka. kalo di vatican, paus mencuci kaki pastur2.
tapi kali ini, yang dicuci kaki satpam, dokter, guru, tukang bersih2, polisi, dan aneka profesi lain. penjelasan pastur: mereka lah rasul2 zaman kini! besoknya saya lihat di koran, paus juga mencuci kaki orang2 awam, bukan pastur. saya langsung ngerti idealismenya, sudah dikasitau sama pastur gereja santa. saya pikir keren juga ni gereja, boleh d dicoba lain kali...

hal baru lain yang saya suka saat itu. lagu bapa kami bahasa latin, jadi pinter deh: kan terjemahannya sudah tau, jadi kira2 tau arti kata2 bahasa latinnya. terus ada benda bundar tempat menempatkan hosti saat perarakan sesudah perayaan. kita berdua merasa benda itu juga keren...

Thursday, April 27, 2006

gereja santa

kamis putih lalu pertama kali saya ke gereja santa di blok-s. tepatnya blok-q di kebayoran baru. alasan pertamanya karena arsitekturnya. ternyata ruangannya berpendingin, wah enaknya. bagus pula arsitekturnya. tapi yang paling menyenangkan bawaan acaranya, ternyata progresif. keduakali saya kesana hari minggu lalu, ternyata pastur seniornya pindahan blok-b yohanes. dia memang tidak mau terjebak ritual yang baku.
lain kali saya akan cerita khusus tentang acara gereja dua kali saya ke sana itu. bagi yang belum pernah ke sana, gereja ini saya rekomendasikan deh. (seperti film crash. ha2)

leaving-god?

istilah leaving-god ini banyak yang sudah memakai dengan macam2 alasan. rasanya perlu juga ya saya cerita kenapa pakai kata ini.

bukan saya ga religius lho. cuma tuhan yang ada di agama2 resmi ini sekarang power-nya sudah ditahap mengerikan di tangan manusia. semuanya sejak orang tidak berhasil menemukan tuhan di dalam filsafat, sehingga kembali mencari di kitab (fundamental). tuhan menjadi entity lain di luar diri manusia (walau tidak diakui demikian). tuhan dijadikan alasan berbuat. perbuatan yang mengatasnamakan-nya kadang fatal dan mengerikan. rasanya perlu meninggalkan tuhan sejenak dalam mencari alasan berbuat. berbuat kebaikan bukan demi tuhan atau ganjaran surga, melainkan karena sepatutnya berbuat baik. berpuasa karena tau latihan bersyukur, bukan diperintah tuhan. (kan? powernya gede, bisa nyuruh orang puasa). dengan alasan karena tuhan, orang tidak berpikir kenapa ia berbuat. ini tidak cerdas. amerika bisa jatuh salah satunya karena naiknya kepercayaan neo-fundamentalis begini ini. indonesia sudah bisa jadi contoh kalau kita bisa melihat fenomena ini.

saya senang ke gereja kalau gerejanya menyenangkan. artinya membuat saya cerdas. saya tidak lagi ke gereja untuk meditasi (menjalankan ritual dengan patuh). beberapa gereja katolik punya kotbah yang mencerdaskan, biasanya yang ordo s.j. memang ordo ini ordo pendidik. tapi ordo lain juga ada yang bagus, seperti gereja mateus di bintaro (pastur-nya itali). saya kurang cocok dengan ordo karmel. mereka dasarnya pendoa. semangat garam-dunia gereja katolik kurang jalan dengan sistem karmel. kegiatan2, termasuk gerakan sosial, terpusat di gereja. bukan menjadi gerakan masyarakat sendiri2 yang efeknya bisa lebih eksponensial.

dari sejarah tuhan, orang selalu mencari tuhan lain. dulu orang yunani percaya mitologi. seperti alkitab sekarang. keduanya sama bagusnya kalau tidak dipercaya isinya, melainkan diambil pelajaran/teladannya. saya baru menemukan kesamaan peristiwa paskah dengan kisah kotak pandora. keduanya tentang harapan...

crash

akhirnya saya posting juga tentang film ini sesuai janji. pertama nonton film ini saya bilang ini film keren banget, makanya saya rekomendasikan ke teman2 di kantor, termasuk ke gatosura.

filmnya bertema kebetulan2 dan reaksi berantainya. peristiwa negatif satu (yang kadang kebetulan) berakibat pada atau memicu peristiwa negatif lain yang bisa fatal.
tema kebetulan, salah satu yang sangat saya suka. makanya saya juga suka film great expectations, selain gwyneth paltrow yang cantik sekali di film itu.

di film ini juga ada masalah beda budaya,yang mengingatkan pada karya keren salman rushdie, satanic verses. peristiwa yang sama bisa dilihat berbeda dari kacamata budaya yang lain. kejadian kerennya waktu si bapak farsi menembak anak perempuan hispanic (dengan peluru blanks tanpa dia tau). anaknya merasa memakai jubah kekebalan. si bapak farsi mengira bertemu dengan farishta (angel) yang akan menjadikan semuanya mejadi baik. mukjizat hanya terjadi bila kita bisa melihatnya.

akhirnya film juga menunjukkan sifat abu-abu dunia, dan kita belum mengenal semuanya bila belum melihat banyak. itu sebabnya juga rasanya film ini lebih indah bagi orang yang banyak mengalami peristiwa2 mustahil ataupun lintas budaya. makanya jangan pernah berhenti belajar...

note tambahan:
jangan pernah terobsesi pada sesuatu. saya mendapat pelajaran penting april mop lalu hanya karena percaya bahwa hal yang ga masuk akal bisa saja terjadi karena kebetulan. jika saja kalian tau how cute the person yang sukses mbo'ongi saya...