leaving-god

Tuesday, October 10, 2006

schumy

saya lagi sakit perut deh. michael schumacher masak bisa mogok di balap jepang kemarin. ferrari lho, mobil yang udah lama bgt ga mleduk. padahal dia lagi "nyantai2" didepan, tinggal nunggu finish 17 lap lagi, abis pitstop terakhir, yang berlangsung sukses. kecepatan alonso di posisi 2 tidak mengancam. dasar lagi sial. lebih lagi karena sangat sulit untuk bisa jadi juara dunia. padahal minggu lalu situasinya terbalik, hampir pasti juara dunia. secara terbuka bahkan michael sudah menyerah, karena untuk bisa menang berarti mengharapkan kesialan alonso, itu bukan kompetisi.

kenapa musti sakit perut? michael tahun depan sudah pensiun. sangat indah bila dia meninggalkan kancah f1 ini sebagai juara dunia, karena de facto : he still is... dia selalu bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan kehebatannya, istilahnya komentator : "michael's magic". sedih deh melihat dia berkeliling sambil menyalami anggota tim satu persatu dengan tetap tersenyum, membesarkan hati mereka yang pasti sangat terpukul dengan kejadian barusan pada gp-jepang itu.

tapi michael adalah orang yang percaya keberuntungan. dia sebelum balap selalu berkeliling sirkuit untuk mengenali trek. tapi juga sambil mencari daun semanggi berkelopak empat. dia lebih percaya dia sukses karena beruntung. nampaknya kepercayaan itu memudahkan dia menerima apa yang sudah terjadi tadi.

saya, seperti kebanyakan orang, punya tokoh teladan. salah satunya adalah michael. dulu saya belajar tentang kekuatan tim dari sikap2 michael. saya juga belajar semangat pantang menyerah dari dia. juga belajar tentang ketekunan yang membuahkan hasil. meski tidak harus saya bisa menjalankan pelajaran tersebut. kali ini saya belajar tentang keberuntungan.

shanty (pemilik blog field of sunflowers) pernah bilang. kata gde prama, orang bodoh kalah sama orang pintar, tapi orang pintar masih kalah sama orang beruntung. di majalah reader's digest
saya juga pernah baca bagaimana kta bisa mendorong munculnya keberuntungan kita dengan banyak usaha. saya jadi banyak memperhatikan banyak orang beruntung, juga ada orang yang ketiban sial melulu. saya lebih suka menganggap saya orang beruntung. meski saya juga percaya, ada yang lebih beruntung lagi.

imelda, adik saya, sangat percaya dia beruntung. kita bahkan dapat menyaksikan "mukjizat" terjadi, dan ikut percaya dia sangat beruntung. saat gp-china dia bertaruh megang michael sedang semua temannya tidak satu pun berani megang michael waktu itu. kejadiannya, michael ikut beruntung jadi juara 1, padahal situasi secara logika menunjukkan ia tidak mungkin menang, bahkan untuk mendapat poin mungkin sulit. pada gp-jepang kemarin imelda tidak ada yang ngajak taruhan lagi, hasilnya michael tidak bisa memanfaatkan keberuntungan imelda. hahaha, anda percaya ini?

mirya, selain pandai, juga orang yang beruntung. setidaknya begitu kata saya, dan dia juga percaya begitu. bagaimana dia menjalankan pekerjaan, tugas sekolah, mendapatkan sekolah, menemukan bangunan yang wajib di-survey, menemukan bahan untuk tesis-nya, dan banyak kejadian lain terjadi seperti "mukjizat". walau dalam beberapa kejadian, menurut saya terjadinya justru karena kecerdasannya mengoptimalkan sumber yang dia punyai. dia cukup malas sehingga sukses memikirkan cara jitu mencapai hasil baik tanpa banyak terlihat susah. istilah saya untuk dia di surat rekomendasinya : optimizing resources.

tapi saya dan mirya belum sepakat dalam satu hal. siapa yang sebenarnya beruntung. dia bilang saya beruntung karena kenal dia. saya lebih suka begitu sih, karena saya berarti beruntung. karena bisa aja sebenarnya dia yang beruntung, hahaha, udah kenal saya...

Friday, October 06, 2006

paus bersalah

belum lama ini paus lagi banyak dibicarakan, akibat petikan yang dia ucapkan saat memberi kuliah di jerman. kuliahnya kira2 tentang agama dan kekerasan. di sana paus mengutip ucapan jadul abad-16 dari kaisar turki tentang agama islam yang disebarkan dengan pedang (kekerasan).

semenjak itu banyak protes, tentunya dari kaum muslim. kuliah paus telah melukai hati umat muslim. negarawan dunia dari negara muslim, termasuk indonesia, mengecam ucapan paus. reaksi atas protes itu pun, paus meminta maaf. menyatakan samasekali tidak terpikir olehnya untuk menghina islam.

di internet kalangan kristen (khususnya katolik mungkin yah?), juga ada reaksi. tentunya membela paus. kira2 pembelaannya adalah, bahwa paus berbicara di sebuah universitas. sebuah kajian ilmiah. yang tentunya memerlukan dukungan2 fakta pada setiap pemikiran. kalimat itu bukanlah pendapat paus pribadi, melainkan kutipan fakta. jadi dalam hal ini paus tidak dapat dikatakan bersalah. malah telah menunjukkan jiwa besar dengan tetap meminta maaf, walau tidak melakukan kesalahan.

terus terang, saat itu saya kesulitan untuk bersikap, mana sih yang benar diantara yang sakit hati dan yang ilmiah. tapi jelas ada keberpihakan yang mempengaruhi tiap pendapat. sampai akhirnya saya menemukan jawabannya waktu dengar kotbah di gereja santa minggu kemarin (lagi2 gereja santa. padahal sudah beberapa kali terakhir ini saya ga ke gereja, ha3. sekali lagi gereja ini mencerdaskan saya).

menurut pastor dalam kotbah (pastornya muda, saya ga tau namanya), paus bersalah... kenapa musti memilih contoh / petikan yang menyakitkan hati orang lain. paus bisa memilih contoh dari dunia kristen sendiri. bukankah jaman dulu kristen disebarkan dengan perang juga. kolonialisme dulu jelas2 direstui dan dititipi pesan sponsor sama paus jaman itu (misionaris), untuk menyebarkan agama kristen.

katakanlah setelah paus meminta maaf, hubungan dengan dunia islam bisa baik lagi. tapi paus telah meninggalkan luka di batin saudara kita umat islam. hanya waktu yang bisa mengatakan apakah kita menuju dunia yang lebih baik atau lebih buruk akibat ucapan paus itu.

pesan yang ingin disampaikan menurut pastor : kita di dunia ada beragam orang. ada yang miskin ada yang kaya, potensi materi maupun fisik. ada yang punya kekuasaan ada yang tidak. adalah pilihan kita sendirilah untuk apa menggunakan kekayaan, potensi atau kekuasaan tersebut. mudah2an kita selalu memilih untuk menggunakannya hanya untuk, dan berdampak pada, kebaikan semata...

untungnya dari kejadian ini adalah, gereja katolik adalah organisasi yang mencakup seluruh dunia. jadi reaksi umat bisa disatukan melalui gereja. tidak perlu menjadi parsial dan berjalan sendiri2.

akhirnya pastor berpesan lagi. jangan pernah merasa agama yang kita anut lebih benar dari agama lain. karena sebenarnya kita tidak pernah tau. kalau memilih agama, hanya ada pilihan yang lebih cocok (bukan yang lebih benar). mungkin kedengarannya cukup aneh bahwa ini ucapan seorang pastor. tapi kalo mengerti doktrin agama katolik setelah konsili II, inilah yang benar. doktrin katolik tidak lagi membenarkan penyebaran agama katolik. tentunya ini hasil introspeksi akan apa yang pernah terjadi dalam sejarah... sesuatu yang paus lupa!

catatan tambahan : tanggal 28 februari 2013 paus benedict xvi (joseph ratzinger) mengundurkan diri. ini pertama kali terjadi dalam 600 tahun. alasan resmi adalah karena kesehatan dan usia.