leaving-god

Friday, October 06, 2006

paus bersalah

belum lama ini paus lagi banyak dibicarakan, akibat petikan yang dia ucapkan saat memberi kuliah di jerman. kuliahnya kira2 tentang agama dan kekerasan. di sana paus mengutip ucapan jadul abad-16 dari kaisar turki tentang agama islam yang disebarkan dengan pedang (kekerasan).

semenjak itu banyak protes, tentunya dari kaum muslim. kuliah paus telah melukai hati umat muslim. negarawan dunia dari negara muslim, termasuk indonesia, mengecam ucapan paus. reaksi atas protes itu pun, paus meminta maaf. menyatakan samasekali tidak terpikir olehnya untuk menghina islam.

di internet kalangan kristen (khususnya katolik mungkin yah?), juga ada reaksi. tentunya membela paus. kira2 pembelaannya adalah, bahwa paus berbicara di sebuah universitas. sebuah kajian ilmiah. yang tentunya memerlukan dukungan2 fakta pada setiap pemikiran. kalimat itu bukanlah pendapat paus pribadi, melainkan kutipan fakta. jadi dalam hal ini paus tidak dapat dikatakan bersalah. malah telah menunjukkan jiwa besar dengan tetap meminta maaf, walau tidak melakukan kesalahan.

terus terang, saat itu saya kesulitan untuk bersikap, mana sih yang benar diantara yang sakit hati dan yang ilmiah. tapi jelas ada keberpihakan yang mempengaruhi tiap pendapat. sampai akhirnya saya menemukan jawabannya waktu dengar kotbah di gereja santa minggu kemarin (lagi2 gereja santa. padahal sudah beberapa kali terakhir ini saya ga ke gereja, ha3. sekali lagi gereja ini mencerdaskan saya).

menurut pastor dalam kotbah (pastornya muda, saya ga tau namanya), paus bersalah... kenapa musti memilih contoh / petikan yang menyakitkan hati orang lain. paus bisa memilih contoh dari dunia kristen sendiri. bukankah jaman dulu kristen disebarkan dengan perang juga. kolonialisme dulu jelas2 direstui dan dititipi pesan sponsor sama paus jaman itu (misionaris), untuk menyebarkan agama kristen.

katakanlah setelah paus meminta maaf, hubungan dengan dunia islam bisa baik lagi. tapi paus telah meninggalkan luka di batin saudara kita umat islam. hanya waktu yang bisa mengatakan apakah kita menuju dunia yang lebih baik atau lebih buruk akibat ucapan paus itu.

pesan yang ingin disampaikan menurut pastor : kita di dunia ada beragam orang. ada yang miskin ada yang kaya, potensi materi maupun fisik. ada yang punya kekuasaan ada yang tidak. adalah pilihan kita sendirilah untuk apa menggunakan kekayaan, potensi atau kekuasaan tersebut. mudah2an kita selalu memilih untuk menggunakannya hanya untuk, dan berdampak pada, kebaikan semata...

untungnya dari kejadian ini adalah, gereja katolik adalah organisasi yang mencakup seluruh dunia. jadi reaksi umat bisa disatukan melalui gereja. tidak perlu menjadi parsial dan berjalan sendiri2.

akhirnya pastor berpesan lagi. jangan pernah merasa agama yang kita anut lebih benar dari agama lain. karena sebenarnya kita tidak pernah tau. kalau memilih agama, hanya ada pilihan yang lebih cocok (bukan yang lebih benar). mungkin kedengarannya cukup aneh bahwa ini ucapan seorang pastor. tapi kalo mengerti doktrin agama katolik setelah konsili II, inilah yang benar. doktrin katolik tidak lagi membenarkan penyebaran agama katolik. tentunya ini hasil introspeksi akan apa yang pernah terjadi dalam sejarah... sesuatu yang paus lupa!

catatan tambahan : tanggal 28 februari 2013 paus benedict xvi (joseph ratzinger) mengundurkan diri. ini pertama kali terjadi dalam 600 tahun. alasan resmi adalah karena kesehatan dan usia.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home