leaving-god

Thursday, April 27, 2006

leaving-god?

istilah leaving-god ini banyak yang sudah memakai dengan macam2 alasan. rasanya perlu juga ya saya cerita kenapa pakai kata ini.

bukan saya ga religius lho. cuma tuhan yang ada di agama2 resmi ini sekarang power-nya sudah ditahap mengerikan di tangan manusia. semuanya sejak orang tidak berhasil menemukan tuhan di dalam filsafat, sehingga kembali mencari di kitab (fundamental). tuhan menjadi entity lain di luar diri manusia (walau tidak diakui demikian). tuhan dijadikan alasan berbuat. perbuatan yang mengatasnamakan-nya kadang fatal dan mengerikan. rasanya perlu meninggalkan tuhan sejenak dalam mencari alasan berbuat. berbuat kebaikan bukan demi tuhan atau ganjaran surga, melainkan karena sepatutnya berbuat baik. berpuasa karena tau latihan bersyukur, bukan diperintah tuhan. (kan? powernya gede, bisa nyuruh orang puasa). dengan alasan karena tuhan, orang tidak berpikir kenapa ia berbuat. ini tidak cerdas. amerika bisa jatuh salah satunya karena naiknya kepercayaan neo-fundamentalis begini ini. indonesia sudah bisa jadi contoh kalau kita bisa melihat fenomena ini.

saya senang ke gereja kalau gerejanya menyenangkan. artinya membuat saya cerdas. saya tidak lagi ke gereja untuk meditasi (menjalankan ritual dengan patuh). beberapa gereja katolik punya kotbah yang mencerdaskan, biasanya yang ordo s.j. memang ordo ini ordo pendidik. tapi ordo lain juga ada yang bagus, seperti gereja mateus di bintaro (pastur-nya itali). saya kurang cocok dengan ordo karmel. mereka dasarnya pendoa. semangat garam-dunia gereja katolik kurang jalan dengan sistem karmel. kegiatan2, termasuk gerakan sosial, terpusat di gereja. bukan menjadi gerakan masyarakat sendiri2 yang efeknya bisa lebih eksponensial.

dari sejarah tuhan, orang selalu mencari tuhan lain. dulu orang yunani percaya mitologi. seperti alkitab sekarang. keduanya sama bagusnya kalau tidak dipercaya isinya, melainkan diambil pelajaran/teladannya. saya baru menemukan kesamaan peristiwa paskah dengan kisah kotak pandora. keduanya tentang harapan...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home