leaving-god

Wednesday, September 26, 2007

syair syair yang luar biasa jahat

apaan sih ini? itu adalah terjemahan saya untuk ayat-ayat setan. ya, buku kontroversial karya salman rushdie itu. tapi baru beberapa hari lalu terpikir oleh saya bahwa terjadi salah penerjemahan di sini. ayat-ayat setan bukan terjemahan resmi, dan ternyata menyesatkan.

kejadiannya dapat dibayangkan bahwa, ada berita heboh di luar negeri tentang sebuah buku berjudul "satanic verses" yang bernuansa pelecehan agama. maka dalam konteks tersebut media menerjemahkan kata "satanic verses" menjadi "ayat ayat setan". karena berasumsi bahwa kitab suci lah yang dirujuk buku tersebut.

saya sendiri sudah membaca buku tersebut, dan sudah jelas di buku tersebut bahwa "satanic verses" ternyata adalah syair-syair yang dikirim salah satu tokohnya ke seorang wanita yang sangat membuat cemburu tokoh lain yang juga mencintai wanita tersebut. syair-syair tersebut dengan sengaja dikirim agar membuat marah, sehingga dianggap jahat atau satanic.

bagian buku tersebut yang kemungkinan dianggap melecehkan agama adalah kisah lain. mungkin tentang masa kecil tokohnya yang mengidolakan nabi, tapi pandangannya sangat duniawi, atau mungkin pada khayalan si tokoh Gibreel Farishta (fyi. farishta = malaikat) ini yang kadang merasa sebagai jibril, karena namanya, dan kadang merasa sebagai nabi, karena idolanya. kisah-kisah yang dikhayalkannya mirip pengalaman nabi dalam rekaan dia sendiri, mungkin sekali menjadi pasal pelecehan.

tapi kembali ke ayat-ayat. sama sekali tidak ada tentang ayat-ayat. selama ini saya begitu saja menerjemahkan bahwa, syair-syair yang jahat tadilah yang dimaksudkan sebagai ayat-ayat setan. sampai saya tersadar bahwa saat kehebohan buku itu tidak ada terjemahan resmi. jadi media lah yang menerjemahkan. verses memang adalah padanan kata ayat, tapi juga syair dan sajak. ternyata saya tidak perlu menerjemahkan bahwa, syair itulah yang dimaksud ayat, melainkan sudah benar bahwa "syair"-lah terjemahan kata yang tepat untuk kata "verses" pada buku tersebut.

akhirnya sayapun menggugat kata setan sebagai terjemahan satanic, jelas-jelas bukan satan, tapi satanic. satanic adalah adjective (kata sifat). artinya bersifat setan, atau extreemly evil (luar biasa jahat). jadi terjemahan buku tersebut lebih tepat adalah "syair-syair yang luar biasa jahat". saat itu media dipengaruhi konteks peristiwanya sehingga terjadilah kekeliruan terjemahan itu. terjemahan keliru inilah yang kadung populer. bila ada terjemahan resmi buku tersebut ke bahasa indonesia, menarik memperhatikan apa judul yang akan diberikan pengalih bahasa, karena tentunya dia sudah membaca bukunya, sedang dia juga terpengaruhi terjemahan keliru yang sudah demikian populer.

ada moral yang dapat saya ambil dari hal ini bahwa, saya tidak boleh berhenti membaca dan lalu membuat kesimpulan sebelum selesai membaca habis sebuah buku. moral lain adalah, jangan berkesimpulan dengan membaca media, cukup telan sebagai info, selanjutnya lakukan penalaran dan riset.

sudah selesai membaca serial "harry potter" belum? bagi yang sudah menamatkan bacaannya pasti akan setuju dengan saya. sebelum buku tamat, kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. bagi yang belum baca harry potter, ....kesiaaaan d loe....hahaha